Polisi Jakarta menangkap Habib Rizieq

Front Imam Besar Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ditangkap pada Sabtu 12 Desember 2020 usai diinterogasi sebagai tersangka kasus kerusuhan. Polda Metro Jaya menangkapnya selama 20 hari untuk mencegahnya melarikan diri.

Sebelumnya, Habib Rizieq dua kali gagal melapor ke polisi. Selama interogasinya pekan lalu, kerumunan besar pendukungnya berkumpul. Upaya polisi untuk membubarkan mereka meningkat menjadi pembantaian berdarah. 6 orang terbunuh ketika mereka berencana untuk melindungi idola mereka dari penangkapan.

Habib Rizieq dituduh mengumpulkan banyak orang untuk dakwah, padahal acara massal dilarang karena virus corona. Selain itu, kerumunan besar penggemarnya berkumpul untuk menyambut Habib Rizieq di bandara Soekarno-Hatta saat dia kembali dari pengasingan dan pernikahan putranya. Akibatnya, lebih dari 80 orang telah terjangkit virus corona.

“Bisa jadi HRS ini adalah orang pertama yang menunjukkan lantaran protokol kesehatan,” kata Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Alhabsy.

Habib Rizieq membantah Covid-19. Front Sekretaris Umum Pembela Islam Munarman mengatakan, pimpinan FPI yang berada di dalam tahanan itu mengimbau pendukung agar tidak berhenti bertempur. “Dan beliau menyampaikan pesan bahwa jangan berjuangan dan tidak boleh melupakan kasus pembantaian enam syuhada. Harus terus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” jelasnya.